Tasawuf bukanlah suatu ilmu yang berdiri sendiri,tetapi satu kesatuan dalam ajaran Islam yang bertujuan membentuk Ahlak Mulia,menjadikan Manusia Mak Rifat(Arif dan Bijak),mengantarkan seseorang dalam menjalankan Ibadah sehingga ia mencapai pada tahap kebenaran yang Hakiki.sebagian orang berpendapat bahwa ajaran Tasawuf merupakan teori yang di munculkan oleh Ulama Salaf,mereka menilai bahwa Tasawuf tidak memiliki sumber yang jelas,pemahaman seperti inilah yang cenderung memisahkan ajaran Tasawuf dengan ajaran Islam yang mereka kenal selama ini.
Tasawuf bukanlah ajaran mistisk yang mengarah ke Klenik maupun perdukunan,selama ini telah terjadi suatu pemahaman bahwa belajar ilmu Tasawuf akan menjadi manusia Khos,untuk itu pemahaman tentang Tasawuf perlu di luruskan,ajaran Tasawuf tidak menyuguhkan tentang ke ajaiban-ajaiban yang di pamer-pamerkan ,justru Ulama yang sudah pada tingkat Mak rifat ia akan semakin Arif,semakin tinggi derajad kesufiannya semakin tidak di ketahui orang bahwa dia adalah ahli ibadah.
Orang Sufi ibarat tanah ,setiap kejelekan(kotoran)dilemparkan kepadanya,tetapi tanah itu tetap membuahkan suatu Kebaikan,orang Sufi ibarat Bumi yang di injak orang banyak (ada yang baik adapula yang buruk),atau seperti mendung yang menutupi segala sesuatu yang ada di Bumi,dan seperti tetesan air yang menyirami Bumi,jika kita melihat yang Dhohirnya Sufi maka sesungguhnya batinnya Kropos.
Jadi ilmu tasawuf adalah ,sarana kesempurnaan ibadah seorang Hamba terhadap Tuhannya,agar tujuan ibadah menjadi benar-benar sebagai ibadah(Hakikat Ibadah)
Maka seseorang harus memutuskan hubungan kepada selain Allah,artinya segala sesuatu hanya bersandar kepada Allah,selain itu seseorang harus berhati-hati dalam menyikapi permainan hidup,banyak permainan hidup yang akan membuat orang menderita,Harta benda dan kemewahan merupakan bagian dari permainan hidup,yang pada umumnya justru mencelakakan pemiliknya.
Dengan satu kesimpulan bahwa suatu kaum (umat)tidak dapat melalaikan Hakikat kebenaran(dalam proses pencarian hakikat)dari tujuan Akhir dan tidak dapat menempuh perjalanan Rohaniyah ke Langit apabila ia berada dalam kelalaian.