Informasi yang saya dapatkan seputar seks untuk pesugihan ini sebenarnya tidak terlalu akurat. Soalnya bukan saya yang
mengalaminya. He..he..he..
Tapi intinya, sebelum melakukan aktifitas seks di hotel, sang wanita biasanya membawa ubo rampe seperti: minyak tertentu, kemenyan, kembang, dll. Ubo rampe itu dirituali sambil membaca mantera-mantera.
Pada kondisi demikian, sang pria (sebut saja gigolo) tidak diam menonton. Melainkan terlibat dalam ritual. Itulah sebabnya, sebelum check in berlangsung, sang wanita sudah terlebih dahulu menjelaskan kepada gigolo tersebut. Tentu saja tidak semua gigolo bersedia. Apabila menolak, wanita itu akan mencari gigolo lain. Terkadang dengan melakukan tipu muslihat agar mendapatkan gigolo.
Nah! Bagi yang bersedia, sang wanita akan memberi petunjuk kepada si gigolo, apa yang harus dilakukan. Tidak mudah memang. Bagi gigolo penakut, dapat dipastikan akan mundur.
Usai melakukan ritual, aktifitas seks pun berjalan. Konon, birahi kedua insan itu melonjak drastis. Tentu saja akibat pengaruh gaib (jin) dalam diri mereka.
Wanita-wanita yang kerap melakukan seks untuk pesugihan ini umumnya tidak berbeda dengan wanita-wanita haus seks (sebut saja tante girang) yang biasa ditemui di café, fitness, clubbing, dll. Hanya itu tadi, mereka tidak sekadar membutuhkan seks, tetapi juga tambahan kekayaan. Mereka tidak segan mengeluarkan kocek untuk sang gigolo. Toh, yang akan didapatkannya jauh lebih besar.
Masalahnya, adakah tumbalnya? Atau pengaruh gaib tertentu terhadap sang gigolo?
Tentu saja ada. Tunggu tulisan berikutnya….www.majalah-misteri.net